7 Mitos Sepeda Motor yang Masih Dipercayai Kebenarannya
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Sudah tahun 2018, masihkah ada mitos seputar penggunaan sepeda motor di Indonesia? Ternyata masih ada lho! Beberapa mitos dibawah ini bahkan masih dipercayai oleh kalangan masyarakat tertentu - meskipun terdengar sangat absurd.
Apa saja mitos yang dimaksud, dan bagaimana penjelasannya secara teknis? Nih dia!
Makin Panas, Mesin Honda Makin Kencang
Mitos ini masih sering banget saya dengar dari beberapa kalangan pemotor di tanah air. Jujur saja, Sobat UCers pasti sering mendengar kata-kata berikut ini kan: Benarkah saat mesin motor Honda panas, performanya bakal naik pesat ketimbang saat mesin adem ayem? Loh, kok bisa gitu ya?
Faktanya, semakin panas suatu mesin, makin menurun juga performa motor tersebut. Bahkan efeknya juga lebih ekstrim saat kondisi mesin makin panas, pelumas mesin berkurang karena penguapan, konsumsi bahan bakar meningkat (boros), sampai bisa mengakibatkan overheat & mogok!
Selidik punya selidik, ternyata ini adalah mitos jaman dahulu kala yang masih terbawa hingga sekarang nih. Dahulu kala, Honda yang terkenal akan motor 4-Tak nya memang terkenal superior diantara kwartet Jepang lainnya yang rata-rata masih mengandalkan motor bermesin 2-Tak.
Dan saat kwartet pabrikan jepang tersebut serentak beralih ke mesin 4-Tak (sebelum ada teknologi pelapisan dinding silinder, seperti Diasil, Spiny Sleeve, dll) - Honda dinilai tetap yang paling efisien dalam pembuangan panas mesin. Hal ini dikarenakan pada Produk Honda biasanya dilengkapi tebal blok silinder yang lebih tipis, serta liner silinder lebih dekat ke baut tusuk sate, dibanding brand Motor lainnya. Makin tipis liner linernya, maka bakal makin cepat pula penghantaran panas di material logam mesinnya.
Kalau motor modern sih biasanya punya suhu optimum yang telah disesuaikan dengan spesifikasi. Apalagi bagi motor dengan beependingin cairan yang masih miliki sesmnsor thermostat untuk memyesuaikan suhu optimal mesin. Jika mesin motor melebihi suhu optimum yang dibutuhkan untuk kinerja mesin - bukannya tambah kencang - yang ada justru bakal mengalami gejala overheat, mesin tak bertenaga, bahkan bisa sampai mogok!
DOHC vs SOHC
Inilah mitos yang selalu menjadi perdebatan seru bagi setiap fansboy merk roda 2 di tanah air. Satu sisi membela mesin twin-cam (DOHC) yang dianggap lebih kencang. Dan nggak sedikit juga yang menganggap mesin single camshaft (SOHC) lebih mumpuni. Manakah yang benar dari kedua anggapan tersebut, Kang Eno? Lebih kencang DOHC, atau justru SOHC lebih unggul?
Jawabannya nggak ada satupun yang benar. Karena semuanya kembali ke inovasi yang diberikan produsen roda 2. Faktanya, banyak motor bermesin SOHC yang mampu menjungkalkan DOHC, dan begitu juga sebaliknya - Nggak sedikit juga produk bermesin DOHC yang unggul mutlak terhadap SOHC.
Yang perlu dibaca dan digaris bawahi oleh Sobat UCers sekalian adalah karakter & performa suatu mesin ditentukan oleh kapasitas mesin (cc), ukuran Bore x Stroke, ukuran/jumlah valve (klep), rasio kompresi mesin, rasio gear, final gear, dan lain-lain. Banyak banget faktor yang menentukan performa sebuah mesin, bukan semata-mata tentang DOHC ataupun SOHC!
Karburator Kencang, Injeksi Irit
Nah, ini juga sering menjadi perdebatan sengit diantara fans motor injeksi & fans karburator. Ada yang bilang kalau mau kencang motor injeksi harus dibuat pakai karburator, dan ada juga yang bilang motor injeksi cuma menang irit bahan bakar semata. Benarkah?
Soal mana yang lebih baik - injeksi atau karburator - keduanya jelas sama-sama punya keunggulan dan kelemahan masing-masing. . .
Sejak diperkenalkan di dunia Roda 2 berpuluh tahun silam, sistem pengabut bahan bakar injeksi (fuel injection) memang lebih cepat berkembang dibandingkan karburator. Alasannya? Karena sistem Injeksi punya keunggulan mampu menyuplai bahan bakar & udara (oksigen) ke ruang bakar yang lebih presisi ketimbang karburator. Hal ini dikarenakan Injeksi punya beragam sensor dan tetek bengek lain yang dikontrol via elektronik. . . Hasilnya, Konsumsi BBM pun bisa ditingkatkan ke-iritan nya (baca : efisien) dibanding karburator.
Nah, Karburator punya sisi yang berbanding terbalik dengan Injeksi. Penyuplai BBM yang ”tradisional” ini, punya keunggulan di simplisitas & biaya nya yang lebih hemat. Lantaran sifatnya yang mekanis, karburator tidak membutuhkan software yang memusingkan orang awam seperti halnya Injeksi. Oleh karena itu karburator bisa diservis dimana saja, bahkan diservis kita sendiri.
Soal motor karburator lebih kencang, itu hanyalah mitos diantara para modifikator yang belum melek sistem injeksi. Karburator ditunjuk sebagai pilihan utama saat ingin mendongkrak performa mesin. Padahal, injeksi juga bisa lho, malah lebih presisi & bakal lebih kencang.
Namun, sistem injeksi punya kelemahan tersendiri lantaran harga part elektronik yang tergolong mahal. Selain itu, butuh pemahaman lebih soal software yang nantinya digunakan untuk tuning mesin. Oleh karena itu, karburator dinilai menjadi pilihan tepat - karena selain lebih mudah dan familiar untuk disetting, perangkat pendukung peningkat performa lainnya juga lebih murah ketimbang Injeksi.
Ban Kecil = Tambah Kencang
Untuk menongkrak performa sepeda motor, rumus sederhana yang harus dioptimalkan adalah aspek permesinan & pengurangan bobot kendaraan. Upgrade mesin + pengurangan bobot = kencang.
Ban dengan ukuran lebih kecil memang mengurangi bobot lumayan signifikan, serta mengurangi beban saat memutar kedua roda motor. Tapi dibalik kelebihannya tersebut, ternyata justru lebih banyak sisi lemahnya lho Sobat UCers.
Karena hanya digunakan di arena balap dragbike & kontes, kelemahan yang pertama adalah ban kecil sangat rawan digunakan dalam kondisi hujan, karena grip ke aspal yang sangat minim. Kedua, ban kecil hanya ditujukan untuk balapan drag di lintasan lurus saja - nggak ada motor balap sirkuit yang pakai ban cacing. Karena kalau bibir velg bertemu aspal saat cornering, maka wassalam deh. Alih-alih mau nambah speed, malah ketemu lobang dan hasilnya velg plus motor hancur.
So, bisa dibilang menambah akselerasi/performa dengan menggunakan ukuran ban yang jauh..uhh..uhh lebih kecil adalah tindakan SALAH KAPRAH! Masih banyak cara lain untuk bikin performa motor meningkat kok!
Nabrak Kucing Bikin Sial
Selama kurang lebih 1 dekade saya mendalami dunia sepeda motor, ini jadi mitos yang paling sering saya dengar. Jawabannya juga beragam, mulai dari aspek gaib, sejarah, mitos unik, sampai hal yang berbau “musyrik” pun ada. Benarkah kalau kita menabrak kucing bisa membawa kesialan?
Sebelum kita bahas lebih lanjut, saya mau mengingatkan kalau disini takkan membahas dari segi mistis, ilmu perdukunan, atau sebagainya. Tapi tentang hubungan kita kepada sesama Mahluk Hidup ciptaan Tuhan YME. . .
Bila hal ini telah kita ketahui bersama, maka sudah jelas bahwa kita tidak boleh dengan sengaja menabrak kucing, ataupun hewan lainnya. Akan tetapi bila tidak disengaja, dan kita telah berusaha sebisa mungkin untuk menghindari kucing yang melintas, tapi ternyata tetap tertabrak juga, mau dikata apa?
Berusahalah untuk menguburkan kucing tersebut. Karena pada faktanya, kucing yang kita lindas adalah mahluk ciptaan tuhan juga kan? Ini bukan urusan mitos atau hal gaib lain, tapi tentang pertanggung jawaban dan hubungan kita sebagai manusia yang dibekali akal pikiran, dan mahluk hidup ciptaan tuhan lainnya.
Setelah itu, pastinya harus berdoa kepada sang maha pencipta untuk diampuni segala dosa-dosa kita, baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja, seperti menabrak kucing tadi. Serta selalu dijauhkan dari pikiran negatif yang kadang menjerumuskan setelah kejadian tersebut.
Inreyen Harus Pelan
Soal inreyen di era modern ini sebenarnya merupakan pilihan bagi Sobat UCers sekalian. Jika ingin sabar dan menjaga keawetan & durability part yang bergesekan di motor baru - terutama dalam jeroan mesin - maka caranya adalah mengatur ritme bukaan gas (jangan main sentak gaspoll aja), batasi rpm maksimal, dan batasi juga kecepatan maksimal di motor.
Tapi, banyak kalangan juga yang bilang dengan metode ini mesin bakal serasa dimanja, yang bakal mengakibatkan motor jadi nggak ada larinya! Ya sah-sah saja sih, lagipula teknologi manufaktur dewasa ini sudah menggunakan teknologi canggih yang sangat presisi. Berbeda dengan teknologi produksi motor jaman dulu yang masih tradisional.
Tapi satu hal yang sangat perlu dicatat oleh Sobat UCers, keawetan mesin motor bukan hanya bergantung pada metode inreyen saja! Tapi juga bagaimana metode perawatan motor, justru setelah masa inreyen tersebut! Percuma kalau motor inreyen dengan sabar dan pelan-pelan, lalu setelah masa inreyen selesai justru nggak dirawat. Sama aja bohong!
Campur Pertamax & Premium
Dulu, saat harga BBM jenis Premium & Pertamax jomplang beda jauh, banyak kalangan coba memanfaatkan keadaan dengan mencampur Premium & Pertamax. Tujuannya ? Yap, menurut mereka adalah untuk mendapatkan campuran BBM yang memiliki kadar oktan bagus, bersih di part dalam mesin, serta tentunya berharga murah meriah ketimbang full membeli pertamax. Benarkah Demikian?
Mencampur dua jenis BBM yang beda oktan, contohnya pertamax-premium (dengan porsi pertamax lebih banyak) memang berefek menghasilkan BBM yang lebih baik. Sah-saha saja. Tapi, keuntungan yang ditawarkan BBM Pertamax yaitu Zat Aditif yang membantu mengurangi kerak/kotoran dalam mesin tak akan didapatkan lho!
Mengapa? Karena bahan bakar jenis Premium adalah BBM polos tanpa ada tambahan apapun. Keluar dari kilang dalam bentuk nafta (bahan baku jenis hidrokarbon cair) yang nantinya diolah tergantung pesanan. Sementara itu, Pertamax memiliki zat adiktif pembersih yang tidak ditemui pada Premium. Sehingga kalau dicampur, pastinya komposisi Pertamax bakal berubah! Yang tadinya menguntungkan karena selain ber-oktan tinggi, juga punya zat pembersih mesin - jadi buyar deh !
Ini berarti, untuk sekedar mengejar nilai oktan untuk mesin rasio kompresi tinggi, sistem oplos bisa digunakan. Tapi karena komposisi Pertamax murni nya sudah berubah, maka zat aditif yang berfungsi untuk membersihkan mesin jadi tidak bekerja, alias mesin akan tetap kotor. Kalau sekarang ya gampang, sudah ada Pertalite dengan RON 90 alias ditengah-tengah Premium & Pertamax.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya







Komentar
Posting Komentar